PECINTA SEJATI
Pengasih yang tidak pilih kasih, penyayang yang tidak pilih pandang
Arrohman Nirrohiim, Ayat ketiga dalam surat al-fatihah Allah meyakinkan kedua kalinya bahwa diriNya adalah sang pecinta sejati terhadap hambanya, cintanya diwujudkan dari rasa kasihNya yang tidak pernah pilih kasih dan rasa sayangNya yang tidak pernah bulu pandang.
Sang maha kasih yang tidak pernah pilih kasih, karena Alloh memberikan hak yang sama kepada semua mahluk hidup baik hewan, tumbuhan maupun manusia, dari yang kecil sampai yang tua, dari yang ada didasar tanah sampai yang diatas langit. Tidak membedakan manusia berdasarkan golongan agama, suku, bangsa,orang Islam, orang kaffir diberi hak yang sama oleh Alloh untuk menikmati semua yang telah disediakan.
Disisi lain Alloh juga memberikan hak sama bahwa mahluk hidup termasuk manusia diberi beban, sesuai dengan kemampuannya. Beban merasa lapar dan haus bagi manusia dan hewan, beban akan kebutuhan cahaya dan air bagi tumbuhan, juga tidak dibedakan oleh Alloh. Dari yang bayi sampai yang tua renta, dari binatang semut sampai gajah. Tanaman akan mencari air dan makan dengan memanjangkan akarnya, tanaman akan mencari cahaya dengan meliukan batang dan daunnya ke arah cahaya. Ini lah beban yang paling dasar, sehingga kamu harus sadar beban inilah yang mendasari beban-beban persoalan hidup manusia. Beban akan disesuaikan oleh Alloh dengan tingkat kemampuan mahluk hidup menghadapi kebutuhannya.
Sang Maha Penyayang yang tak pilih pandang. Semua yang disediakan olehNYA dengan segala beban yang diberikan, Alloh membatasi semua kehidupan masing-masing mahluk dengan petunjuk. Sang Maha Penyayang memberikan semua mahluk hidup terutama manusia dan hewan dengan petunjuk, dan petunjuk ini yang membedakan batas mereka mampu mendapatkan hak, dan yang mampu membedakan manusia dengan hewan.
Petunjuk yang sama diberikan oleh Alloh kepada manusia dan Hewan adalah Insting, sehingga seekor jangkrik mampu keluar masuk lubang tanpa salah, seorang bayi mampu menelan dan mencari punting susu ibunya tanpa di beri tahu sebelumnya.
Petunjuk kedua adalah akal manusia diberi akal, sedangkan hewan tidak, sehingga kemampuan untuk menggunakan semua yang disediakan oleh Alloh berbeda. kemampuan akal tidak bisa dikendalikan sehingga kecenderungan akan membuat kerusakan di muka bumi semakin besar. Oleh karena itu alloh memberikan petunjuk ketiga yaitu Hati. Dengan hati orang mampu mengendalikan akal, sehingga akan meminimalkan kerusakan isi muka bumi ini, dengan hati manusia diberi rasa saling kasih sayang sesama mahluk.
Semua manusia diberi petunjuk sang sama, yaitu insting, akal dan hati. Islam dan kafir sama saja punya insting, punya akal, punya hati. Namun yang membedakan mereka oleh Alloh adalah diberikannya petunjuk yang keempat bagi orang Islam yaitu petunjuk hidayah cahaya Alloh. Dengan petunjuk ini, maka manusia sadar bahwa semua yang dimiliki oleh manusia sumbernya hanya satu, dari Alloh datangnya, Oleh Alloh semua digerakannya sehingga ada kelebihan dan ada kekurangannya, dan untuk Alloh semua yang diraihnya berupa ibadah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar