Senin, 29 November 2010

Wahai hatiku

Wahai hatiku... masihkah engkau tidur, masihkah engkau lena, masihkah engkau bermimpi, jemputlah mata... tataplah. ajaklah telinga... dengarlah, ungkapkanlah... ridho, tanamkanlah... pasrah, sematkanlah... takwa, semoga kau menerima ketentuan, telah di garis telah di suratkan.

Wahai hatiku ketika kepala lengah di lengan, hanya kau berbisik kepada tuhan, pandai pula kau membujuknya, usahlah kau menangis mata, tabah hati menempuh dugaan sekecil ini, mengapa hati kesali kehilangan lagi, biarkan ia berlalu bersama desiran pagi, mentari-kan muncul membawa sinar, terang bercahaya lagi kudus, mencerahkan pikiran menyemarakan hidup.

Wahai hatiku... usah kau kasih legha lagi, usah kau panggilnya lagi, usah kau menyisip irama sedih, usah kau merinduinya lagi,usah kau menyintainya lagi, usah kau mengenanginya lagi, seandainya kehadiranmu tidak diindah, seandainya ingatanmu sia-sia belaka, seandainya rindumu tidak diterima, sehingga kasihmu ditertawakan saja.

Wahai hatiku... aku selalu berbicara denganmu, sedang engkau berbicara dengan tuhanku, kau slalu berbolak balik.
Tiada suatu ketetapan katamu, kau slalu menipu mempermainkan keluhuranku, kupinta padaMu... tetapkanlah untukku, untuk aku tenang dalam kehidupan, untuk aku tenang dalam bersahabat, untuk aku tenang membuat beribadat, untuk senyum dalam hikmah beserta ingat...

Wahai hatiku... aku slalu membujukmu, aku slalu menasehatimu,aku slalu membelaimu, walau disini bercambah kuntuman saying,walau disini merimbunnya pepohonan kasih, walau disini semerbak wangian rindu, semuanya adalah batu dan palsu, kembalilah kau kepada fitrah sucimu,berulitlah kau dengan zikrullah, agar kau kembali tenang bertemu Robbmu.

Wahai diri seorang aku, seandainya kau terjumpa, mutiara pengajaran hari ini, kutiplah... perhatilah dan telitilah, moga kau tidak teranjuk lagi, luka perah dijalanmu nanti,

Wahai diri seorang kamu, seandainya kau melihatku, lemah, dungu tak berdaya, bimbinglah daku bukan memanjaku, moga suatu hari suatu ketika, Allah akan mengangkat derajatmu.

Wahai diri seorang dia, seandainya kau dapatiku, terkeliru, buta dan terbelenggu panggilah daku... nyatakan padaku, agar suatu hari suatu ketika, Allah melimpahkanmu belasNya.

Wahai diri seorang teman, seandainya kau melihatku, tersilap langkah tersesat jalan, gamitlah aku, pimpimlah tanganku, agar kelak aku mendoakanmu, Allah merahmati dan mendekapmu.

Wahai diri seorang hamba, seandainya kau terlena dalam jaga, mengulit mesra mimpi lagha dunia, kembalilah kepada Allah tuhanmu, yang slalu merindui taubatmu, senantiasa menerima kecintaanmu.

Wahai diri seorang insan, ingatlah hati... ingatlah saying, doa seorang dia seorang teman, doa seorang hamba yang dizalimi, tidak berhijab dan akan dikabulkan.
Jangan ada titik hitam mendinding nur iman.
Amin ya rabbal alamin.

Suatu hari suatu ketika, tika kegelisahaan mengulit jiwa.. diri kehilangan diri kebutuhan, trimakasih Wahai Allah, luhur dan indahnya kasih sayangMU, engkau tidak pernah melupai daku, aku yang slalu terlelai menggingatiMU, sibuk urusan dunia membelai jagha tatkala diri lemas di samudra rasa,tercari-cariku... dambakan pertolongan, maluku meminta menitiskan air mata, namun engkau masih menerima, menghantarku seorang sahabat berbicara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar